oleh

BSF 5 Giring Kamajuan Ekonomi Rakyat dan Ramah Lingkungan

Dengan kain sasirangan berbahan pewarna alami, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina bersama sang istri Dr Siti Wasilah meragakan busana khas banjar. 

Banjarmasin, BARITO – Momentum Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) 2021 dilaksankan tetap spektakuler sama seperti tahun-tahun sebelumnya meski ditengah pandemi, Jumat malam (8/10) di Hotel Mercure.

Pelaksanaan BSF yang sudah diselenggarakan ke lima kali ini tak lain bertujuan untuk eksistensi kain sasirangan agar lebih dikenal lagi hingga mendunia.

Tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan, kegiatan tahunan yang digelar di moment hari jadi Kota Banjarmasin ini tidak banyak melibatkan masyarakat umum. Karena kegiatan telah dibatasi maksimal 100 orang. Kemudian cek vaksinasi baik tamu undangan maupun peserta.

BACA JUGA:  DPRD Kukar Sambangi DPRD Kalsel

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, yang hadir sekaligus meresmikan BSF 5 menyatakan, pelaksanaan BSF merupakan bentuk komitmen Pemko Banjarmasin dalam menjaga marwah kain sasirangan.

Kelestarian kain sasirangan yang merupakan warisan budaya Suku Banjar harus menjadi perhatian masyarakat agar tetap sama-sama dijaga kelestariannya.

“Kami harapkan, budaya kearifan lokal Ini terus sama-sama kita jaga kelestariannya. Melalui BSF ini upaya Pemko Banjarmasin agar kain sasirangan terjaga marwahnya,” ucap orang nomer satu di Banjarmasin ini dalam sambutannya.

Ibnu juga membeberkan, berbicara tentang BSF 5, itu juga merupakan tentang prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan Kota Banjarmasin dan program-program ekonomi kreatif nasional.

BACA JUGA:  Implementasikan Progran Klinik Gizi SEHATI, Pertamina Raih Penghargaan Nusantara CSR Awards 2021

Kemudian, moment kali ini juga untuk mengangkat kain sasaringan warna alami agar lebih terkenal.

Walau bagaimanapun, pewarna alami adalah salah upaya mencegah daripada pencemaran sungai. Pasalnya sebagain banyak pengrajin kain sasirangan berada di bantaran sungai.

Kemudian dari sisi perekonomian masyarakat, dengan kain bepewarna alami dapat menambah intensif pengrajin kain sasirangan ditambah lagi apabila tingginya permintaan pasar.

“Mudahan sasirangan semakin laris, sehingga bisa menambah insentif pengrajin. Karena selama ini pengrajin diupah 3000 Kalau banyak permintaan, tentu akan menaikan upah,” bebernya.

BACA JUGA:  Muhidin kembali Pimpin PAN Kalsel, 2024 diminta Maju Gubernur

Ibnu juga menyatakan, sebagai upaya lain agar sasirangan semakin dicintai masyarakat. Pemko Banjarmasin mewajibkan pegawai memakai kain sasirangan seminggu sekali. Kemudian khusus warna alam sebulan sekali.

“Kita juga mewajibkan para pegawai untuk memakai kain sasirangan seminggu sekali dan sebulan sekali untuk warna alam,” tutupnya.

Sekedar informasi, BSF 5 ini digelar selama tiga hari dari tanggal 8-10 Oktober. Adapun kegiatan ini Pemko Banjarmasin bekerjasama dengan PT Ascarya Mitra Utama (Ascarya Production) dan beberapa sponsor lainnya.

Sumber:

 

Komentar

News Feed