oleh

Gas Elpiji Bersubsidi, DPRD Kalsel Minta Pertamina Klarifikasi

Banjarmasin – DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam hal ini Komisi III yang juga membidangi pertambangan dan energi akan meminta klarifikasi soal gas elpiji bersubsidi atau tabung isi tiga kilogram yang belakangan langka dan harga eceran mahal.

Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel H Gusti Abidinsyah menyatakan itu di Banjarmasin, Senin, usai menerima pengunjuk rasa terkait persoalan gas elpiji bersubsidi atau tabung isi tiga kilogram (3 kg) yang belakangan ini langka dan harga eceran di luar pangkalan mahal.

“Insya Allah, kita undang Pertamina Rabu (24/2) untuk meminta klarifikasi soal gas elpiji, terutama tabung isi 3 kg atau dengan sebutan gas melon,” ujar pejabat pemerintah kabupaten (Pemkab) Banjar, Kalsel yang bergabung dengan Partai Demokrat itu.

Wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel II/Kabupaten Banjar itu mengaku heran persoalan gas melon tak pernah tuntas penyelesaiannya, sebentar hilang kemudian muncul lagi.

“Betulkah persoalannya karena masalah jalan sehingga angkutan kurang lancar ataukah memang gas melonnya memang kosong,” ujar salah seorang penggagas penuntutan berdirinya Kabupaten Gambut Raya, Kalsel tersebut.

Baca Juga  Plt Karo Adpim Sarangkan 3 Gol ke Gawang Tim OJK

“Sebab dari informasi yang kami terima, memang di Stadion Pengisian Bahan Bakar Energi (SPBE) gas elpiji lagi kosong. Hal itu perlu kita pertanyakan, apakah faktor pengiriman atau memang betul-betul gas elpiji lagi kosong,” demikian GT Abidinsyah.

Sesudah melakukan aksi di depan Gedung DPRD Kalsel – Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, pengunjukrasa mendatangi Kantor Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) – Jalan Belitung di ibukota provinsi tersebut.

Baca Juga  Korem 101/Ant, Dukung Program Pemerintah Aksi Bersih Sungai Martapura Bungas Dan Revolusi Hijau Tanam Pohon

Sementara harga eceran gas melon di luar pangkalan per tabung paling murah Rp35.000 dan bahkan sampai mencapai Rp50.000 lebih seperti di “kota seribu sungai” Banjarmasin dan daerah sekitarnya.

Dengan harga Rp50.000/tabung pun masyarakat masih sulit mendapatkan gas melon yang sudah menjadi kebutuhan rumah tangga tersebut. (*/cr6)

Sumber: kalsel.antaranews.com

Komentar

News Feed