Banjarmasin (ANTARA) – Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) yang juga membidangi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mengharapkan, agar PT Bank Kalsel dapat memenuhi permodalan sesuai ketentuan.
“Oleh karena itu, kami akan terus mendorong PT Bank Kalsel atau Banknya Urang Banua agar kinerjanya terus meningkat,” ujar Sekretaris Komisi II DPRD tingkat provinsi tersebut, HM Iqbal Yudianoor SE di Banjarmasin, Rabu (24/2) lalu.
“Dengan peningkatan kinerja tersebut, kita berharap pula Banknya Urang Banua dapat memenuhi permodalan sebagaimana ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu minimal Rp3 triliun,” lanjut wakil rakyat dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
Wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel VI/Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) itu optimistis hingga batas waktu akhir Maret 2021 ketentuan permodalan minimal Banknya Urang Banua tersebut akan tercapai.
“Namun kami dari Komisi II akan terus mendorong pemegang saham untuk meningkatkan penyetoran modal kepada Bank Kalsel sehingga target permodalan minimal Rp3 triliun bisa tercapai,” lanjut didampingi Wakil Ketua Komisi II Hj Dewi Damayanti Said SE MM dari Partai Golkar.
“Memang modal Bank Kalsel sampai saat ini baru sekitar Rp1,8 triliun. Tapi dengan kinerja Bank Kalsel sekarang, apalagi dengan peningkatan kinerja, insya Allah untuk mencapai Rp3 triliun akan terwujud,” tambahnya.
Laki-laki kelahiran Kotabaru Tahun 1976 berbintang Taurus itu optimistis pula Banknya Urang Banua akan terus melaju sebagaimana bank-bank lain dan pada saatnya mempu bersaing dalam dunia perbankan. “Paling tidak pada tingkat nasional,” demikian Iqbal Yudianoor. (*/cr6)
Sumber: kalsel.antaranews.com











Komentar