BANJARBARU – Buah-buahan di Kalsel kini sudah mulai jarang terdengar. Hanya buah komersil dan pasaran saja yang kini banyak beredar.
Buah seperti Maritam, Pampakin, Kasturi maupun Ramania hanya keluar ketika musim tertentu saja. Bahkan ada yang sudah tak terpasarkan lagi.
Pelestarian tanaman buah, khususnya di Kebun Raya Banua di Banjarbaru, masih terus dilakukan. Meski belum seluruhnya terangkum dalam database, pencarian induk tanaman terus dicari.
Eksplorasi dan pencarian spesies baru dan langka biasanya dilakukan 4 kali dalam setahun oleh pihak Kebun Raya Banua.
Namun, UPT dibawah Balitbangda Kalsel ini di tahun ini baru sekali dilakukan.
“Karena pandemi juga penyebabnya. Terakhir di Februari ke Balangan,” jelas Ima, salah seorang pengelola Kebun Raya Banua, MInggu (30/10/2020).
Di Balangan khususnya, banyak ditemukan jenis tanaman buah.
Beberapa diantaranya yang baru saja didapatkan adalah Asam Tambusui.
Buah yang satu ini satu keluarga dengan mangga-manggaan. Dalam bahasa latin disebutnya Mangifera Macrocarpa.
Ima menambahkan bahwa buah ini sudah mulai jarang ditemukan. Selain memang statusnya dalam perlindungan sudah mulai terancam.
“Balangan juga kami temukan buah Maritam, Limpato dan banyak buah yang sudah asing didengar di telinga masyarakat,” ungkapnya.
Untuk mengingatkan, Maritam bentuk buahnya seperti rambutan. Karena juga memang satu keluarga dengan rambutan. Dan agak bundar serta bewarna agak kehitaman.
Saat ini, Ima mengatakan pencarian dapat dilakukan kembali. Dalam satu kali eksplorasi bisa memakan waktu lima hari. Khusus untuk mencari keragaman buah, hutan liar di Balangan masih menyimpan banyak keunikan.
zepi









Komentar