oleh

Penolakan RUU HIP Menggema di Banjarmasin

Banjarmasin – Gelombang aksi penolakan RUU HIP yang menggema di seluruh Indonesia, juga terjadi di Kota Banjarmasin. Ratusan massa yang dikoordinir 38 elemen masyarakat Kalimantan Selatan, baik Ormas maupun OKP yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Banua Lambung Mangkurat (ARBAL) Kalsel. Gelar aksi demo damai ke Kantor DPRD Kalsel, Jumat pagi (10/7/2020). Tuntutannya hanya satu, RUU HIP untuk dicabut.

Ribuan massa ini menilai Pancasila sudah final dirumuskan para pendiri negara ini sebagai pandangan dan dasar Negara Republik Indonesia, yang menjadi falsafah hidup rakyat Indonesia hingga kini, karena itu masyarakat Kalsel sangat mendukung Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang meminta pembahasan RUU HIP itu dihentikan.

“Tuntutan kami hanya satu, Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila dicabut,” ucap Saleh Saberan juru bicar aksi di gedung DPRD Kalsel dalam audiensinya.

Sementara tokoh aktivis senior Kalsel lainnya, H. Muhammad Hasan menjabarkan, mencermati perkembangan kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara serta setelah mempelajari dengan seksama di Paripurnakan-Nya Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila menjadi RUU HIP, maka pihaknya menganggap penting sebagai warga negara Indonesia berdarah merah dengan tulang putih secara tegas menolak adanya upaya sekelompok orang ingin merubah Pancasila.

“Apapun alasannya kami sebagai warga negara yang cinta NKRI dan berjiwa mempertahankan ideologi Pancasila menolak dan meminta RUU HIP itu dicabut,” tutur Haji Hasan.

Baca Juga  Zainal Arifin Bakal Calon Wakil Bupati Tanbu Kalsel Terinfeksi Covid-19

Sementara Ketua DPRD Kalsel H. Supian. HK, SH, MH pun mengatakan sikap bahwa ia bersama lembaga yang ia pimpin menolak dan meninta Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila ini dicabut.

Menurut Ketua DPRD Kalsel ini, lembaganya akan berkirim surat dengan menyertakan surat pernyataan Sikap dari Aliansi Masyarakat Kalsel Anti Korupsi ke DPR RI dan MPR RI di Jakarta, tukas Supian HK dalam tanggapannya di depan para aktivis Kalsel lainnya.

Aktivis muda lainnya Irwansah pun mengatakan, semua aktivis di Kalsel yang cinta NKRI dan berdarah merah bersatu padu dengan tekat bulat Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila ini di CABUT, ucapnya dengan nada tinggi.

Baca Juga  Jadilah Pekerja Terampil Yang Amanah dan Berkah, Mari Belajar di BLK Tanah Bumbu

Inisiator gerakan Aliansi Masyarakat Kalsel Anti Komunis, H. Aspihani Ideris, SAP, SH, MH mengatakan, bahwa tujuan mereka datang ke DPRD Kalsel dengan satu tujuan meminta DPRD Kalsel menyampaikan aspirasi masyarakat Kalsel menolak juga meminta RUU HIP tersebut di CABUT.

“Tujun kita hanya satu Pancasila tetap satu dan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila ini di CABUT,” tegas Aspihani. rel/ang

Komentar

News Feed