KALSEL.SIBERINDO.CO, BANJARMASIN — Danrem 101/Ant Brigjen TNI Ilham Yunus, S.Sos., M.Si., menerima kunjungan Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LVI Sesko TNI Tahun 2026 di Makorem 101/Ant, Banjarmasin, Minggu (30/8).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung Kepala Departemen Manajemen Sesko TNI Marsma Syaid Haryana, S.T., M.M., selaku Ketua Tim, didampingi perwira pendamping dan diikuti 23 Pasis Dikreg LVI Sesko TNI. Tampak hadir pula Kasrem 101/Ant, dan para Kasi Korem 101/Ant.
Kegiatan yang diawali foto bersama dan dilanjutkan kegiatan paparan di Ruang Yudha menjadi momentum silaturahmi, bertukar wawasan mengenai berbagai permasalahan dan kendala yang dihadapi di wilayah Kalsel, termasuk langkah-langkah serta strategi yang dilakukan Korem 101/Ant.
Danrem 101/Ant dalam sambutannya menyampaikan tentang kondisi wilayah Kalimantan Selatan, dan sejumlah isu strategis seperti ketahanan pangan, program makan bergizi, pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Khusus terkait Karhutla, Danrem menyampaikan bahwa penanganannya membutuhkan sinergi dan keterlibatan seluruh komponen masyarakat. “Berdasarkan data BPBD Prov. Kalsel periode 1 Januari hingga 27 Agustus 2026, tercatat sebanyak 2.019 kejadian Karhutla dengan luas lahan terdampak mencapai 9.943,26 hektare serta 12.791 titik hotspot,” ujarnya.
Ia menjelaskan, beberapa wilayah yang tercatat mengalami kejadian Karhutla cukup besar antara lain Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Kota Banjarbaru, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Tapin dan Barito Kuala.
Menghadapi kondisi tersebut, Korem 101/Ant bersama pemerintah daerah, Polri, BPBD, Manggala Agni, para pemangku kepentingan dan masyarakat terus melaksanakan berbagai langkah pencegahan serta penanggulangan Karhutla.
Upaya tersebut meliputi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, patroli pemantauan wilayah secara terpadu, pemadaman melalui jalur darat, dukungan operasi udara melalui water bombing dan modifikasi cuaca, hingga pembangunan sumur bor di sejumlah wilayah rawan Karhutla, antara lain Guntung Damar, Pengayuan dan kawasan hutan lindung.
Danrem berharap, kedatangan para Pasis Sesko TNI sebagai Tim Penyuluh Karhutla di Kalsel dapat mendukung percepatan penanggulangan Karhutla, dan pengalaman serta wawasan yang diperoleh selama di Kalsel dapat menjadi bekal dalam menjalankan tugas di masa mendatang.
“Semoga para perwira peserta didik menjadi pemimpin yang mampu mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di wilayah, mampu bersinergi dengan seluruh komponen bangsa, serta dapat menjalankan amanah dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkasnya.










