KALSEL.SIBERINDO.CO — Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjarbaru mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Santri 2026 dengan menggelar rapat koordinasi bersama 35 pimpinan pondok pesantren se-Kota Banjarbaru di Aula Integritas, Senin (31/8/2026).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, didampingi Kasi Pendidikan Keagamaan dan Keagamaan Islam (PAPKIS), H. Khairani, tersebut bertujuan menyatukan gagasan dan membangun komitmen bersama agar perhelatan tahun ini berlangsung lebih inklusif dan berdampak luas.
Mukhlis Ridhani menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Hari Santri tahun sebelumnya menjadi evaluasi penting untuk menghadirkan konsep yang lebih matang. Ia meminta seluruh pimpinan pesantren tidak hanya menjadi peserta, tetapi ikut berperan aktif merancang rangkaian kegiatan.
”Kesuksesan Hari Santri sebelumnya harus menjadi pijakan untuk bergerak lebih baik. Tahun ini kita ingin seluruh pesantren ikut mengambil peran, sehingga Hari Santri menjadi perayaan bersama seluruh komunitas pesantren dan masyarakat Banjarbaru,” kata Mukhlis.
Ia menambahkan, Hari Santri 2026 harus menjadi panggung bagi para santri untuk menampilkan kreativitas, potensi, dan kontribusi nyata mereka, bukan sekadar agenda seremonial pemerintah.
Senada dengan hal tersebut, Kasi PAPKIS H. Khairani menyampaikan bahwa keterlibatan 35 pimpinan pesantren menjadi kunci suksesnya persiapan. Pihaknya akan mengawal Seksi PAPKIS sebagai leading sector guna memastikan koordinasi berjalan optimal.
”Kami berharap masing-masing pondok pesantren dapat mengajak santrinya ikut aktif. Kegiatan yang disiapkan nantinya tidak hanya seremonial, tetapi mampu mengakomodasi kreativitas, prestasi, dan potensi para santri,” ujar Khairani.
Melalui sinergi ini, Kemenag Banjarbaru optimistis Peringatan Hari Santri 2026 mampu memperkuat silaturahmi antar-pesantren sekaligus memperlihatkan peran santri yang kreatif, produktif, dan relevan dengan perkembangan zaman.










